Cara Menanam Bawang Merah dan Bawang Putih

Bawang Merah
(Shallot (Ingg.), A. cepa var. aggregatum/A. ascaloricum (Latin))  Famili: Alliaceae
Asal:
  • Daerah Asia Barat. Dibudidayakan di Mesir 3500 SM.
Bagian yang dikonsumsi:
  • Umbi dan terkadang juga daunnya
Deskripsi:
  • Tanaman perennial dan jarang menghasilkan biji.
Suhu:
  • 25 – 32 °C
Budidaya:
  • Perbanyakan melalui umbi (karena tanaman dari benih tidak sama dengan tanaman induk)
  • Membutuhkan pupuk dengan kandungan N, P dan K tinggi
  • Penanaman dilakukan pada bedengan yang ditinggikan (sistem surjan)
  • Ujung umbi dipotong 1/3-nya untuk mempercepat tumbuh tunas
  • Meskipun tidak menyukai hujan, bawang merah membutuhkan banyak air.  Penyiraman dilakukan setiap hari pagi dan sore hari mulai saat tanam hingga satu minggu sebelum panen.
Panen:
  • Bila daun terlihat menguning

    Bawang Putih
    (Garlic (Ingg.), A. sativum (Latin)) Famili: Alliaceae
    Asal:
  • Daerah Eropa Selatan. Tidak disukai oleh bangsa Romawi karena aromanya yang menyengat namun diberikan sebagai makanan kepada para pekerja dan tentara. Digunakan di Inggris awal abad 16.
Bagian yang dikonsumsi:
  • Umbi
Deskripsi:
  • Tanaman monokotil dengan daun pipih dan padat tidak seperti daun bawang merah/bombai yang berbentuk tabung.
Suhu:
  • Membutuhkan suhu rendah (dataran tinggi), namun sekarang banyak ditanam di dataran rendah.
Budidaya:
  • Tanah yang asam dikapur hingga pH-nya 6.5-7.5
  • Penanaman melalui siung bawang putih bagian luar (sebaiknya yang telah disimpan selama beberapa bulan dengan suhu 5 o C untuk merangsang pengumbian)
  • Sumber pupuk N sebaiknya juga yang mengandung S untuk menambah aroma
Panen:
  • Bila daun sudah terlihat layu (90-120 hari)

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Posting Komentar